Sabtu, 04 Mei 2013

Training KARISMA ITB: Training Remaja Masjid Cimahi Season 2 “Empowering Organization”



                Sebagai lembaga yang bergerak di bidang pembinaan remaja se-kota Bandung, KARISMA ITB tidak hanya mengepakkan sayap di bidang mentoring, akademik dan minat-bakat. Guna menjaring lebih banyak adik remaja SMP-SMA, kini KARISMA ITB kembali menggalakkan bidang training remaja yang sempat redup di periode-periode sebelumnya. Pada periode ke 32 ini, bidang training remaja di KARISMA dipegang oleh ‘Badan Koordinasi Training (BKT)’.
                Alhamdulillaah, bulan Desember lalu, BKT KARISMA ITB mendapat kepercayaan untuk mengisi training di HIPMA (Himpunan Pemuda-Pemudi Masjid) Nurul Hidayah, Cimahi Selatan. Materi yang dibawakan adalah seputar identitas serta keunggulan menjadi remaja masjid itu sendiri. Tak disangka, sambutan dan tanggapan adik-adik dari HIPMA ini sangat luar biasa. Hingga kemudian BKT mendapat kabar bahwa insya Allah HIPMA Nurul Hidayah akan rutin mengundang KARISMA untuk mengisi training di sana sebulan sekali.
                Dua Februari lalu merupakan kedua kalinya BKT KARISMA berkunjung ke HIPMA Nurul Hidayah. Pada kesempatan ini, BKT KARISMA diminta untuk membawakan training tentang keorganisasian. Berangkat dari permasalahan krisis tanggungjawab yang ada, maka BKT KARISMA mengusung training dengan judul “Empowering Organization”, dengan harapan setelah dari training ini, adik akan menjadi lebih bersemangat, memiliki sense of belonging yang tinggi, serta menjadi tim yang solid untuk bergerak bersama memajukan organisasi HIPMA tersebut.
                Training kali ini dipandu oleh dua orang perwakilan trainer dari BKT KARISMA. Sesi awal yang membahas tentang pengertian, tujuan berorganisasi, serta kedekatan antar staf dipandu oleh Aliya Nur Zahira (FKK ITB 2011). Pada sesi ini, adik diminta untuk menuliskan 4 kesan positif yang masing-masing ditujukan untuk 4 orang paling berkesan selama mereka berinteraksi di HIPMA itu sendiri. Dari situ, masing-masing adik bisa mengetahui sejauh apa peran dan keberartian mereka di mata teman-temannya yang lain, untuk kemudian diambil evaluasi bagi tiap-tiap diri guna menjadi pribadi yang lebih bermanfaat bagi teman-temannya di HIPMA. Diharapkan juga adik bisa menjadi lebih saling menghargai keberadaan temannya satu sama lain.
Pada sesi kedua tingkat materi semakin meningkat. Di sini, Ikhwanul Hakim (STI ITB 2010) membimbing adik-adik untuk memahami bagaimana cara mengambil keputusan yang baik serta melatih kepercayaan antara masing-masing staf dengan pemimpinnya. Sesi kedua diakhiri dengan simulasi ‘Ular dan Ranjau’ di mana semua adik diminta menutup mata, berbaris membentuk kereta lalu mereka diharuskan melewati rute yang sudah diberi beberapa rintangan dengan hanya bergantung pada komando dari adik lain yang diminta menjadi pemimpin bagi mereka. Simulasi ini dihadirkan untuk melatih kepercayaan adik pada pemimpin serta melatih adik yang menjadi pemimpin agar bisa mengambil keputusan dengan tegas dan tepat sekalipun di saat-saat genting atau terdesak.
Training diakhiri dengan muhasabah kecil-kecilan yang dipandu oleh Surya (Kimia ITB 2009) dengan membaca doa Rabithoh. Suasana penuh kekhusyukan dan kesyahduan menyeruak di dalam sekretariat HIPMA Nurul Hidayah malam itu.
Sebelum tim BKT KARISMA ITB pamit, BKT mengajak adik-adik untuk menuliskan setiap harapan-harapan mereka untuk HIPMA ke depannya dan menempelkannya di dinding sekretariat mereka. Semoga dengan tertempelnya harapan tersebut, dapat membuat mereka selalu teringat akan mimpi-mimpi mereka dan semakin termotivasi untuk membentuk HIPMA Nurul Hidayah yang lebih baik lagi.
“… Dengan harapan, kita menantikan sinar mentari setelah hujan. Dengan harapan, kita menggapai sang Pencipta, berharap Dia akan mendengarkan doa-doa kita dan memberikan pengampunan.”-Dr. Ibrahim Elfiky (Motivator Muslim Dunia).
(Aliya Nur Zahira)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar